Selamat datang di dibalikkamera.blogspot.com, semoga bermanfaat bagi Anda. Beri komentar Anda di kotak "Komentator", terima kasih.

7 Februari 2011

CITA CITA DARI PENGEMBARA HIDUP

gw hanya manusia biasa, 
selalu menginginkan ini itu, memang setiap manusia tidak pernah ada puasnya.
udah dapet ini, pasti pengen itu (lebih bagus lagi)

yg gw mau sekarang, gw pengen kerja sebaik baiknya.. amin..
gw pengen beli barang yang udah lama gw rencanakan, pengen nabung,,,,,

YAKIN USAHA SAMPAI

CITA-CITA DARI HARTANTIO NUGRAHA :

1. DAPAT KERJAAN YG GAJINYA BESAR DAN COCOK
2. PUNYA MOTOR SENDIRI
3. PUNYA RUMAH SENDIRI
4. MENIKAH
5. BELI PERLENGKAPAN KAMERA
6. BUKA USAHA STUDIO FOTO
7. MEMPUNYAI KELUARGA YG SAKINAH, MAWARDAH, WAROMAH.
8. PUNYA MOBIL
9. BERANGKAT HAJI BERSAMA KELUARGA
10. HIDUP BAHAGIA BERSAMA KELUARGA

5 Februari 2011

Design

Cahaya Lilin Imlek


Makna lilin yang dinyalakan adalah memancarkan perilaku manusia untuk menjadi suri tauladan. Kemudian rela berkorban bagaikan lilin yang menerangi sesama.
Selain itu juga harapan jalan kedepan diberikan petunjuk yang lebih terang.

4 Februari 2011

CLASSIC CAMERA POSTER









nama - nama jenis kameranya saya gak apal, soalnya banyak banget jenis-jenis kamera klasik.. huhuhuhuhu (pengen punya semuanya...) ~o~
bagi kamu yang pengen tahu nama n sejarah dari masing masing kamera klasik bisa kunjungi ini link,semoga bisa membuka wawasan tentang dunia fotografi kamu :)
www.photoethnography.com
www.cosmonet.org

3 Februari 2011

Tahun Baru Imlek "Tahun Kelinci"

Dalam jutaan orang Tionghoa yang ada di dunia ini, ternyata yang mengetahui sejarah dan asal usul Tahun Baru Imlek memang tidak banyak. Biasanya mereka hanya merayakannya dari tahun ke tahun bila kalender penanggalan Imlek telah menunjukan tanggal satu bulan satu. Jenis dan cara merayakannya pun bisa berbeda dari satu suku dengan yang lain.
Hal ini dikarenakan luasnya daratan Tiongkok dengan beraneka ragamnya kondisi alam, lingkungan baik secara geografis maupun demografis, belum lagi secara etnis. Ada yang dimulai dengan sembahyang kepada Thian dan para Dewa, serta leluhur, ada pula yang dimulai dengan makan ronde, maupun kebiasaan-kebiasaan lain sebelum saling berkunjung antar sanak saudara sambil tidak lupa membagi-bagi “Ang Pau” untuk anak-anak, yang tentu saja menerimanya dengan penuh kegembiraan.

Sebenarnya penanggalan Tionghoa dipengaruhi oleh 2 system kalender, yaitu sistem Gregorian dan sistem Bulan-Matahari, dimana satu tahun terbagi rata menjadi 12 bulan sehingga tiap bulannya terdiri dari 29 ½ hari. Penanggalan ini masih dilengkapi dengan pembagian 24 musim yang amat erat hubungannya dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada alam, sehingga pembagian musim ini terbukti amat berguna bagi pertanian dalam menentukan saat tanam maupun saat panen.
Di bawah ini adalah beberapa contoh dari pembagian 24 musim tersebut:
- Permulaan musim semi
Hari pertama pada musim ini adalah hari pertama Perayaan Tahun Baru, atau saat dimulainya Perayaan Musim Semi (Chun Jie).
- Musim hujan
Di mana hujan mulai turun.
- Musim serangga
Serangga mulai tampak setelah tidur panjangnya selama musim dingin.
- dll (Masih terdapat 21 musim lain yang terlalu panjang untuk dibahas satu persatu)
Selain dari pembagian musim di atas, dalam penanggalan Tionghoa juga dikenal istilah Tian Gan dan Di Zhi yang merupakan cara unik dalam membagi tahun-tahun dalam hitungan siklus 60 tahunan. Masih ada lagi hitungan siklus 12 tahunan, yang kita kenal dengan “Shio”, yaitu Tikus, Sapi, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, Babi.
Kesimpulannya, penanggalan Tionghoa tidak hanya mengikuti satu sistem saja, tetapi juga ada beberapa unsur yang mempengaruhi, yaitu musim, 5 unsur, angka langit, shio, dll. Walaupun demikian, semua perhitungan hari ini dapat terangkum dengan baik menjadi satu sistem “Penanggalan Tionghoa” yang baik, lengkap dan harmonis bahkan hampir bisa dikatakan sempurna karena sudah mencakup “Koreksi” -nya juga, sebagai contoh adalah “Lun Gwe”, merupakan bulan untuk mengkoreksi setelah satu periode tertentu.
Perayaan Tahun Baru Imlek merupakan sebuah perayaan besar bagi masyarakat Tionghoa. Menggantung lentera merah, membunyikan petasan dan menyembunyikan sapu adalah salah satu keunikan dari perayaan ini. Disamping itu, masyarakat Tionghoa juga akan mulai menempel gambar Dewa Penjaga Pintu pada hari-hari perayaan ini.